Berjalan menelusuri sudut-sudut kota, tiap-tiap dinding tua memancarkan keindahan kota.
Begitu besarnya harapan dalam diam menerka derasnya hembusan angin dalam sunyinya kota. Akankah hidup ini akan Damai dalam harapan bersama?
Harapan akan indahnya nyanyian merdu membuat seluruh tubuh bergerak bebas bahagia menatap sang fajar, akankan nyanyian itu akan terus dinyanyikan?. Namun irama merdu nyanyian itu kini membuat seluruh jiwa gugur dibawah indahnya fajar. Karena mereka hanya memberi kebahagian sementara untuk kita yang masih berharap akan perubahan dalam irama yang mereka nyanyikan itu.
Mereka memberi nyayian merdu mereka untuk kita dengarkan akan keindahan. tetapi, tidak dengan mereka memberi rasa dalam nanyian itu untuk sama-sama kita rasakan dengan harapan yang sempat mereka janjikan.