Kita Bicara-Bicara

Kita berbicara dengan mereka yang sedang bicara

Bicara mencari kasih yang sempura
Namun mereka bicara menurut kasih terhadap diri mereka

Akankah kita masih memiliki kasih yang sama ?

Kita berjalan bersama tapi mereka menaruh harapan untuk diri yang dipuji

Bicara menyakiti hati menikam ujung jari yang sedang bersemangat berjalan

Mereka menaruh kemauan bersama demi kemauan pribadi

Akankah kalian akan seperti segerombolan zombi yang berebutan darah hangat dari darah manusia ?

Berkibar Ditengah Keterpurukan Harapan

Berjalan menelusuri sudut-sudut kota, tiap-tiap dinding tua memancarkan keindahan kota.
Begitu besarnya harapan dalam diam menerka derasnya hembusan angin dalam sunyinya kota. Akankah hidup ini akan Damai dalam harapan bersama?
Harapan akan indahnya nyanyian merdu membuat seluruh tubuh bergerak bebas bahagia menatap sang fajar, akankan nyanyian itu akan terus dinyanyikan?. Namun irama merdu nyanyian itu kini membuat seluruh jiwa gugur dibawah indahnya fajar. Karena mereka hanya memberi kebahagian sementara untuk kita yang masih berharap akan perubahan dalam irama yang mereka nyanyikan itu.
Mereka memberi nyayian merdu mereka untuk kita dengarkan akan keindahan. tetapi, tidak dengan mereka memberi rasa dalam nanyian itu untuk sama-sama kita rasakan dengan harapan yang sempat mereka janjikan.